Dunia Dalam Derita (pic)

Usia manusia sudah lebih dari 5000 tahun,tapi manusia tidak mau pernah belajar dari setiap perjalanan sejarahnya.Kesalahan-kesalahan yang sama terus dilakukan secara berulang-ulang hingga menimbulkan penderitaan bagi diri sendiri dan orang lain.Perang,bencana alam dan lain-lain seharusnya bisa  menjadi pelajaran yang berharga bagi manusia untuk  menjalani kehidupannya.




dikutip dari berbagai sumber

Ditulis dalam dunia. Tag: , , , . 5 Komentar »

5 Tanggapan ke “Dunia Dalam Derita (pic)”

  1. wawan Says:

    HIdup emang kejam dan penuh PERJUANGAN

  2. syifa Says:

    auJuBiLah minZaLik…

  3. Pink's Says:

    Ada gak kehidupan lain selain di bumi??

  4. masbadar Says:

    aslmkm.. pakabar..? sehat..?
    Gambar2 gambar bagus,
    yg pertama kalo gak salah, sisa-sisa perang antar suku di afrika, yg kedua adalah anak-anak palestina, begitu juga yg ketiga, yg keempat juga masih sekitar palestina malah yg ini saya pernah lihat dibuletin versi bahasa arabnya. Yang kelima sepertinya krisis pangan di negara2 afrika..

    yang terakhir, paling miris, paling mengerikan, paling membuat hati menangis.., siapa bangsat paling bersalah yg telah menjatuhkan nuklir di sana? Siapa pula penyebab dijatuhkannya nuklir di sana..?

    Kebetulan saya punya 3 org anak, yg pertama lelaki, kedua perempuan, terakhir laki-laki.. ah.. saya teringat mereka jika melihat gambar terakhir…

  5. hnimrot Says:

    Gambar terakhir itu pernah gue lihat, tapi gue lupa di situs mana. Tapi itu kalo gue nggak salah di Vietnam waktu bom naphalm dijatuhkan disana. Anak perempuan yang berlari telanjang itu tubuhnya sebenarnya terbakar dan kepanasan akibat bom naphalm. Gue nggak tau mau komentar apa. Tapi di perkuliahan gue pernah dibahas bahwa perang itu bagian dari diplomasi. Karena tujuan utama suatu negara adalah kepentingan nasional, dan kalau itu tidak tercapai melalui jalan diplomasi: pilihan terakhir adalah perang. Hanya saja, kini banyak pemimpin negara yang karena ego dan pemikiran yang tidak matang malah memilih jalan perang ketimbang negosiasi/diplomasi.


Tinggalkan Balasan