Sebuah Tangis di Malam Itu

Tuhan, kemarin aku lewat lagi di jalanan itu.Dia masih di sana,pria tua itu, tidur dengan beralaskan karton Supermie,di sampingnya ada kotoran manusia,mungkin anaknya yang berak di situ.Baunya begitu menyengat,apa Engkau juga bisa mencium bau itu.Entah di mana anaknya sekarang berada,yang aku tahu satu minggu lalu anaknya masih berada di dekapannya,aku taksir usianya 8-9 tahun.Dia gadis yang cantik,terlalu cantik untuk tinggal di tempat seperti ini.

Tuhan, aku bisa mendengar suaranya atau tangisannya.Kenapa dia menangis ? Sebuah pertanyaan yang konyol.untuk sebuah kehidupan seperti ini apalagi yang bisa dimiliki dan diimpikan selain air mata.

Tuhan,ada yang bilang Engkau Maha Adil,inikah bukti keadilan-Mu Tuhan.Kadang aku bingung dengan Kehendak-Mu,dengan Takdir-MU.Atas dasar apa Engkau membuat takdir pria tua itu seperti ini?Apakah dia pernah jahat kepada-MU Tuhan? Apakah dia lalai menyembah-Mu hingga membuat Engkau murka.Apa yang Engkau harapkan dari pria seperti ini Tuhan?

Tuhan dia kembali menangis dan aku atak tahu apa yang ditangisinya kali ini.Dia terus menangis Tuhan dan Engkau terus terdiam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: