Dongeng Tentang Pendidikan Indonesia

Oleh : sudhew

Tahun ajaran baru dimulai lagi,itu artinya setiap orang tua harus mulai mempersiapkan anggaran yang lebih hanya untuk membuat anaknya menjadi pintar dan berijazah.Entah apa yang hebat dari sebuah ijazah hingga banyak orang yang rela melakukan apapun dan mengorbankan apapun demi mendapatkannya.Apakah harus kualitas seseorang hanya dinilai dari selembar kertas ini.

Banyak hal yang begitu menggelikan dalam wajah pendidikan Indonesia,mulai dari biaya yang tak terjangkau, titel yang bisa dibeli sampai dengan kurikulum yang selalu berubah-ubah mengikuti kemauan penguasa.Rakyat bukan lagi sebuah subyek dalam pendidikan tapi lebih terposisi sebagai obyek pendidikan dimana arah dan tujuannya harus sesuai dengan yang digariskan sang penguasa.Lalu di mana letak kemerdekaan kita untuk memilih apa yang terbaik bagi kita dan yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Standar pendidikan yang dipukul rata adalah salah satu bentuk kebodohan terbesar pemerintah,buat apa anak yang tinggal di daerah pertanian yang subur harus dipaksakan belajar matematika dan fisika yang begitu rumitnya,bukankah lebih baik mereka dikenalkan dengan teknologi pertanian yang bisa mendukung dan membuat mereka bisa membangun daerahnya masing-masing.Belum lagi standar kelulusan SMK yang berpatokan pada UNAS bukan kemampuan kompetensinya pada ilmu yang digelutinya.

Selanjutnya sudah menjadi pengetahuan kita semua bahwa biaya pendidikan kita sudah tidak terjangkau lagi oleh sebagian besar rakyat kita.Akibatnya hanya anak yang mampu secara finansial saja yang bisa bersekolah,terserah mereka itu berotak udang atau berotak monyet, asal ada biaya mau sekolah model apapun bisa terlaksana.Dan yang lebih menakutkan lagi mereka-mereka inilah yang dengan titel yang berjibun tapi otak pas-pasan yang akan memimpin di negeri ini.Lalu gambaran terburuk apalagi yang bisa didapatkan Indonesia di masa depan.

Selama ini keberadaan komite sekolah sama sekali tidak membantu untuk mengatasi segala permasalahan pendidikan yang ada.Komite sekolah tak lebih dari gerombolan yang hanya bisa berteriak setuju kepada semua kebijakan sekolah baik itu baik maupun buruk,apapun itu disetujui asal ada kesepakatan dan perut kenyang.Dan sebagian besar dari komite sekolah itu diisi oleh pejabat dan orang-orang yang sudah mapan yang tidak pernah bisa memahami arti dari kata lapar.

Harus ada solusi yang menyeluruh untuk mengatasi hal ini dan semua stake holder bangsa ini harus terlibat di dalamnya.Jika memang reformasi pendidikan tidak mampu mengatasinya kenapa kita harus ragu dengan pilihan revolusi pendidikan.Ada sebuah pepatah yang mengatakan : “Kenapa ada penindas,karena ada yang mau ditindas” Hanya ada satu kata : Lawan !

Iklan

Satu Tanggapan to “Dongeng Tentang Pendidikan Indonesia”

  1. Aldi Says:

    Kutipan:

    buat apa anak yang tinggal di daerah pertanian yang subur harus dipaksakan belajar matematika dan fisika yang begitu rumitnya,bukankah lebih baik mereka dikenalkan dengan teknologi pertanian yang bisa mendukung dan membuat mereka bisa membangun daerahnya masing-masing.

    Komentar usil:

    Meski hasil pertanian melimpah, karena ga belajar matematika tetap aja mereka miskin karena gak bisa itung-itungan bisnizz hehe.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: