Akhir Perjalanan Rio Martil

Berakhir sudah perjalanan hidup Rio Alex Bullo (30). Di Dusun Cipendoh, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jumat,8 Agustus 2008 pukul 00.00, Rio Alex mengakhiri hidupnya setelah ditembak satu regu anggota Brigade Mobil (Brimob).

Rio divonis mati Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto karena terbukti membunuh pengacara dan pemilik persewaan mobil Jeje Suraji (39), di Hotel Rosenda Baturaden pada 21 Januari 2001. Rio merencanakan pembunuhan itu untuk menguasai mobil milik korban. Rio yang berpura-pura sebagai pengusaha properti menunjukkan beberapa contoh rumah kepada korban. Ketika Jeje tengah asyik memperhatikan rumah itu, Rio langsung menghantamkan martil ke kepala Jeje hingga tewas.

Usai membunuh Jeje, pria kelahiran Sleman, Yogyakarta , itu melanjutkan aksinya. Tiga orang kembali dibunuhnya dalam peristiwa berbeda di Bandung dan Semarang. Motif Rio adalah untuk menguasai mobil yang disewanya. Korban Rio selalu dibunuh dengan dua buah martil, karena itu Rio kemudian dijuluki si Martil Maut.

Petualangan Rio akhirnya berakhir. Dia ditangkap lalu dijebloskan ke LP Kedungpane Semarang. Tahun 2005 dipindahkan ke LP Permisan di Pulau Nusakambangan. Baru tiba di LP untuk tahanan kelas kakap ini, Rio kembali membuat sensasi. Dia menghabisi nyawa Iwan Zulkarnaen, terpidana kasus korupsi di dalam selnya. Penyebabnya adalah karena Rio tersinggung dengan guyonan Iwan yang menyatakan Rio tidak ada apa-apanya di Nusakambangan. Namun aksi pembunuhan tersebut tidak disidangkan lantaran Rio telah mendapat sanksi pidana maksimal, yakni hukuman mati.

Akhirnya setelah Presiden Megawati Soekarnoputri menolak mpermohonan grasi yang diajukannya, disusul permohonan Peninjauan Kembali sekitar tiga tahun lalu jugaditolak oleh Mahkamah Agung, Rio akhirnya harus menghadapi regu tembak Brimob.

Usai Rio, jumlah terpidana mati di Indonesia yang akan dieksekusi masih akan bertambah. Masih ada terpidana mati kasus bom Bali dan pembunuhan Dirut PT Asaba. Berdasarkan data di Kejaksaan Agung masih ada sekitar 90 terpidana mati di seluruh Indonesia.

sumber :  http://www.kompas.com

Satu Tanggapan to “Akhir Perjalanan Rio Martil”

  1. Lada Rarang Says:

    Setau kami tentang Rio Alex Bulo (RAB):
    belum menikah
    agak gemuk
    tinggal di menteng jakarta
    anak seorang anggota DPR dari DPD Papua
    lebih cakap dibanding yg selalu ditampilkan di TV
    apakah ini intrik ataukah yg ditampilkan dari TV dan media diperankan oleh model?
    lalu apakah Rio Alex Bulo asli yg memang melakukan pembantaian itu sudah dieksekusi? ataukah justru masih bebas berkeliaran? …. ini masih sangat penuh tanda tanya
    Lalu wajah siapa yg selalu ditampilkan dari TV dan media lainnya, apa ini tumbal dari RAB? Kasihan sekali
    Lalu siapa itu Tuti Alawiyah (yg katanya istri RAB)
    Ataukah dalam hal ini ada 2 orang yg bernama Rio Alex Bulo???
    Ataukah RAB memang diganti dengan orang lain, seperti yang pernah ditepis dirjen LP


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: