Adopsi Pohon

Mendengar kata adopsi, yang terlintas di pikiran kita adalah mengadopsi seorang bayi mungil yang lucu. Namun, bagaimana jika pohon yang diadopsi?Program adopsi pohon saat ini sedang dijalankan oleh konsorsium Gede Pahala yaitu gabungan dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Halimun Salak serta bekerjasama dengan Conservation International.

adopsiPohonProgram ini baru saja dicanangkan pada awal tahun 2008. Program adopsi pohon diperuntukkan bagi siapa saja, perorangan, komunitas mahasiswa, perusahaan atau bahkan partai politik. Tujuan adopsi pohon adalah untuk merehabilitasi lahan yang sudah rusak di sekitar kawasan taman nasional. Biaya untuk program adopsi pohon ini ternyata cukup murah, adopter hanya perlu mengeluarkan uang sebesar 3000 rupiah per pohon per bulan, dan harus diadopsi selama 3 tahun.

Sebelum adopsi pohon dilakukan, biasanya adopter akan diminta untuk memilih langsung bibit pohon yang akan diadopsi sekaligus ditanam. Jenis-jenis pohon yang dijadikan bibit untuk ditanam merupakan jenis-jenis tanaman asli yang berada di kawasan hutan taman nasional. Saat ini terdapat sekitar 6 jenis tumbuhan yang dapat diadopsi, misalnya saja mahoni, puspa, rasamala, suren, dan sebagainya. Bibit-bibit tersebut langsung diambil dari hutan, tinggi pohon yang bisa diambil untuk dijadikan bibit, maksimal 30cm. Pembibitan dilakukan selama 3-4 bulan, tergantung dari jenis si pohon. Setelah proses pembibitan selesai, bibit pohon tersebut dapat diambil untuk ditanam di lokasi yang sudah disepakati.

Tidak tangung-tanggung, untuk mempromosikan program adopsi pohon, konsorsium Gede Pahala menggaet Green Radio 89.2 FM sebagai marketing. Hasilnya pun cukup menyenangkan, hingga saat ini, sudah ada 40 hektar lahan yang diadopsi. Salah satunya berasal dari Partai PDI Perjuangan, kemudian empat menteri perempuan kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Gultom. Bulan lalu, beberapa volunteer dan staf dari Yayasan BOS juga turut andil dalam program penanaman pohon ini.

Lokasi penanaman berada di areal perluasan TNGGP, yang sebelumnya merupakan kawasan hutan yang statusnya hutan produksi yang dikelola oleh Perum Perhutani dengan kondisi yang sudah terdegradasi karena eksploitasi hutan dan juga karena pemanfaatan lahan hutan oleh masyarakat. Diharapkan dari program adopsi ini, lahan yang sudah terdegradasi dapat kembali hijau. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah menyediakan hutan kembali bagi satwa-satwa yang terdapat di sekitar kawasan, selain itu menjaga daerah pemasok air terbanyak di Jawa Barat.

sumber : http://www.orangutan.or.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: