Orang Utan Borneo ( Pongo pygmaeus)

orangutan

orangutan

Orang Utan Borneo tercantum sebagai spesies yang terancam dan diperkirakan antara 55.000 Ð 40.000 masih tersisa di belantara. Di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah, populasi Orang Utan terus mengalami penurunan mulai dari hampir 13.000 menjadi 6.900 individu antara tahun 1996 dan 2003 akibat fragmentasi habitat, penebangan kayu ilegal, konversi hutan, perdagangan ilegal, dan kebakaran hutan . Mereka kemungkinan tidak akan dapat bertahan hidup di belantara, kecuali Òmanusia hutan merahÓ ini dilestarikan di daerah yang dikelola dengan baik dan terlindung dan dalam lanskap hutan yang lebih luas yang dihubungkan oleh koridor.

Upaya pelestarian orang utan di Taman Nasional Sebangau kami laksanakan dengan cara yang lengkap, yang memberikan perlindungan terhadap populasi Orang Utan melalui perlindungan habitat, sementara kami juga bekerjasama dengan berbagai mitra untuk memajukan perkembangan sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat di sekitar taman . Di Taman Nasional Betung Kerihun (BKNP), kami mulai bekerja dengan mengidentifikasi populasi Orang Utan dimana setelah itu kami memfasilitasi pembentukan patroli bersama yang melibatkan masyarakat setempat, LSM-LSM, BKSDA dan para penjaga taman nasional.

Uraian fisik orang utan Borneo:

  • Rambut di wajah orang utan Borneo lebih sedikit ketimbang orang utan sanak mereka dari Sumatera;
  • Memiliki tangan yang sangat panjang yang dapat mencapai 2 m panjangnya. Kakinya relatif pendek dan lemah, tetapi lengan dan tangannya sangat kuat;
  • Merupakan mamalia pendaki pohon terbesar, yang bergerak dari satu pohon ke pohon lain, dimana mereka tidak mau menuruni pohon untuk sampai di tanah;
  • Jantan dewasa dibedakan karena ukurannya yang besar, kantong tenggorokan dan bantalan di pipi di setiap sisi wajahnya.
    Bergerak dengan tangan yang mengepal di tanah;
  • Panjang tubuhnya adalah kurang-lebih 1,25 Ð 1,5 m;
  • Berat dewasa 30 hingga 50 kg untuk betina dan 50 Ð 90 kg untuk jantan;
  • Bulunya berwarna coklat kemerahan.

sumber : http://www.wwf.or.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: