Ikutan yang Mana : Tahun Baru Hijriah atau Masehi atau…Golput ?

Wah…gak terasa ya bentar lagi tahun baru tiba.Btw,sepertinya untuk tahun ini 2 tahun baru harus saling “bersaing”.Yang satu tahun baru Islam 1430 H,satunya tahun baru masehi 2009.Di sini saya gak mau bahas asal-usul kedua tahun baru tersebut nantinya malah bisa nimbulin masalah SARA,toh kedua-duanya juga bukan berasal dari akar budaya kita sendiri…..Indonesia.

Terlepas dari itu semua perbedaan yang mencolok dari kedua perayaan tahun baru ini sebenarnya hanya terletak pada cara perayaannya,jika di tahun baru Islam perayaannya cenderung dilakukan secara religius sedangkan di tahun baru masehi perayaannya cenderung hura-hura.

Gak ada yang salah dari keduanya ini,dan kita gak perlu saling menyalahkan satu dengan yang lainnya toh keduanya memiliki komunitas dan ide yang jelas berbeda.

Tapi yang sangt disayangkan sepertinya kedua perayaan ini hanya sebatas dijadikan simbol belaka.Yang satu hanya digunakan sebagai simbol untuk menunjukkan kualitas keimanannya yang satu lagi dibuat simbol perayaan saja.

Kenapa kita masih mengagungkan sesuatu yang hanya bersifat simbolik belaka,apalah artinya perayaan seperti ini (baik pakai acara pengajian atau pesta bakar2 dan kembang api ) jika:

  1. kita gak ada perubahan dalam tingkah laku dan kedewasaan.
  2. kita tetap sibuk dengan diri sendiri,padahal kita sebenarnya mampu berbuat lebih untuk orang lain.
  3. kita masih aja susah dapetin elpiji sedangkan kompor minyak tanah udah terlanjur dibuang
  4. kita tetap aja harus bayar mahal hanya demi selembar ijazah
  5. tayangan tv tetap aja seperti itu gak ada kemajuan sama sekali
  6. kita tetap aja susah nyari kerja,sedangkan usia udah tak lagi mudah
  7. banjir dan longsor masih aja terjadi,dan itu karena kebodohan kita yang bangga dengan mall2 yang bertebaran di lahan hijau dan pemerintah yang masih ngijinin penebangan pohon demi alasan ekonomi (padahal banyak negara yang bisa kaya walaupun tidak memiliki hutan sama sekali)

dan masih banyak hal lainnya yang gak berubah dibandingkan tahun 2008 ini.

Lalu apa artinya pergeseran waktu satu hari itu kita rayakan dengan meriah jika semuanya gak berubah keesokan harinya.

Kalau ditanya apa perayaan apa yang menjadi pilihan saya : Tahun Baru Masehi atau Hijriah?

Saya akan jawab : Golput…alias tidak merayakan sama sekali keduanya

Lebih baik saya tetap seperti biasa,tidur jam 10 malam biar besok bisa bangun pagi,kerja lagi…..dengan itu minimal ada sebuah perubahan…..gaji saya bulan depan nambah karena ada uang lemburan🙂

Soal teman2 mau merayakannya seperti apa terserah diri masing2,toh ini hanya curahan hati saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: