Ironi Sebuah Negeri Bahari

Beberapa hari ini di berbagai media massa nasional diberitakan tentang kapa – kapal dan perahu yang tenggelam.Mulai dari musibah di perairan Majene ,Papua,Probolinggo sampai yang terjadi di Bangka-Belitung.Ini sungguh sesuatu yang sangat disayangkan sekali.Bagaimana tidak sebagai negara bahari seharusnya Indonesia memiliki armada laut yang kuat,baik untuk sarana transportasi,pengangkutan maupun kapal nelayan.

Selama ini Indonesia sebagai negara bahari hanya sebatas slogan pada kenyataannya kita belum benar-benar siap untuk menyandang gelar tersebut.Ini salah siapa ? Pemerintah yang tidak becus mengelola sarana kelautan atau masyarakat kita yang suah terlanjur terlena dengan kesuburan tanah Indonesia sehingga mengabaikan potensi kelautan di negeri bahari ini?

Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut begitu saja,harus ada langkah nyata untuk mengembalikan kejayaan kita sebagai negara bahari yang benar-benar menjadi penguasa lautan,dan semua itu dibutuhkan kerja keras.

Kondisi cuaca yang memburuk akhir-akhir ini seharusnya tidak menjadi kambing hitam atas berbagai kecelakaan di lautan.Ingat bukan hanya di negara kita yang mengalami kondisi cuaca yang buruk,di negara lain juga mengalami hal seperti ini,tapi mereka tidak pernah mengalami kecelakaan beruntun di lautan seperti yang kita alami beberapa minggu ini.

Sudah waktunya seluruh stakehoder bahari di Indonesia saling bahu membahu untuk memperbaiki carut marut sarana dan prasarana kelautan di negara kita,dan itu harus dimulai dari sekarang.Kita tidak ingin dianggap sebagai negara bahari kelas dua yang hanya jago mengarungi pantai tapi begitu rapuh ketika harus berhadapan dengan keganasan ombak.Kita harus mengembalikan kejayaan kita seperti era kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang begitu tangguh menguasai lautan.

Jalesveva Jayamahe

“di lautan kita berjaya”

Iklan

7 Tanggapan to “Ironi Sebuah Negeri Bahari”

  1. omiyan Says:

    kasihan nelayan kita tidak bisa mengais rejeki di negeri sendiri…

  2. mudha Says:

    nenek moyangku orang pelaut… masa iya ya? 😀

  3. Jiwa Musik Says:

    kirain negara bahari bukan slogan tp dongeng kanak2 dg iringan nyanyian
    Nenek moyangku orang pelaut….

    maafkan kl terasa sinis yaa…. but saya ga tau gimana caranya agar bapak2/ibu2 pihak yg berwajib bahu membahu membenahi bahari tidak malah ikut2an nyinisin bahari RI

  4. Resi Bismo Says:

    itulah, kalo penelitian dan pengembangan tidak digarap, dunia industri dan kampus berjalan masing2 tanpa arah yang jelas, pemerintah juga tidur, sibuk dengan politik pencitraannya. Kalo udah gini rakyat yang jadi korban.

  5. yummy Says:

    ternyata ada blog lain bertemakan ironi juga ya?
    lam kenal ya……….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: