Hanya di Indonesia, Koruptor Bisa Bebas Dari Jeratan Hukum

Hari ini aku sempat shock ketika membaca sebuah berita di detik, berikut cuplikan beritanya :

Kejagung tetap tidak akan menahan koruptor yang mengembalikan uang meski ditentang beberapa pihak. Pengembalian uang justru dikatakan akan menguntungkan semua pihak.

“Pengembalian uang sebagai aset-aset kerugian negara menguntungkan semua pihak. Negara juga untung, semua pihak dan menguntungkan penyidik,” ujar Jampidsus Marwan Effendy di Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2009).

Marwan juga membantah jika tidak ditahannya tersangka yang mengembalikan uang adalah suatu kebijakan. Hal tersebut menurutnya hanya bersifat kasuistis dengan melihat terlebih dahulu kasus terkait.

“Kalau itu merupakan kebijakan, maka harus ditulis dalam surat edaran. Ini kan tidak, sifatnya kasuistis saja,” ujarnya.

Marwan menjelaskan, korupsi merupakan murni kejahatan dan keterlibatan karena kelalaian sehingga terjerat kasus. Salah satunya pasal perbankan, tentang kredit macet.

“Kalau pidana murni jelas-jelas dia membobol uang negara, masuk kantongnya itu kejahatan,” kata dia.

Marwan menuturkan, beberapa negara lain yang sudah mengembangkan restore active justice dimana perkara yg nuansanya perdata, tidak dilihat lagi pidananya.

Marwan juga menjelaskan, seseorang akan ditahan dengan melihat, pertama syarat obyektif, yaitu jika pelaku diancam lima tahun dan ada pasal-pasal tertentu yang dilanggarnya. Kedua, syarat subyektif bila dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatannya dan menghilangkan barang bukti.

Sebelumnya, ICW menyayangkan kebijakan Kejagung yang tidak akan menahan koruptor yang mengembalikan aset-aset kerugian negara. Langkah itu justru memperlemah pemberantasan korupsi.

(detik.com)

Ini adalah sesuatu yang aneh,berarti suatu saat tidak perlu lagi ada penjara bagi maling asal maling itu mengembalikan barang curiannya.

Berarti suatu saat Kang Asep yang maling jemuran, Mas Joko yang maling ayam tidak perlu dipenjara bila mereka bisa mengembalikan barang curiaannya. Entah bajunya sudah pernah digunakan atau ayam yang dicuri sudah pernah bertelur yang penting asal bisa kembali secara utuh mereka harus dibebaskan dari segala bentuk hukuman.

Alangkah konyolnya jika suatu saat hukum diterapkan seperti ini.

Bagaimana korupsi bisa hilang dari Indonesia jika Kejaksaan tak ubahnya seperti grup dagelan, tak pernah serius dalam penegakan hukum.

Salamku untuk para Jaksa yang Terhormat di Gedung Bundar : ” Kalian Mahluk Paling GOBLOG yang Ada di Jagad Raya “



Iklan

4 Tanggapan to “Hanya di Indonesia, Koruptor Bisa Bebas Dari Jeratan Hukum”

  1. muhamaze Says:

    parah…parah… kok bisa gitu ya..???
    terus misal kalo pidana perkosaan biar gak dipenjara gimana?? dibalikin apanya??

    artikel yang pedas, salut.

    salam kenal.

  2. dobelden Says:

    yah kemas yahya rahman aja dah dapat jabatan empuk lagi kok… jadi gak heran klo orang kejaksaan bilang begini.. hehe

  3. kAcRut Says:

    wew,,
    mungkin krna 50%nya dikirim ke rekeninya dia,,

  4. Anthony.H Says:

    digampar pake duit palingan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: