Arti Persahabatan yang Sebenarnya

Persahabatan itu adalah………..

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Hanya di Indonesia, Koruptor Bisa Bebas Dari Jeratan Hukum

Hari ini aku sempat shock ketika membaca sebuah berita di detik, berikut cuplikan beritanya :

Baca entri selengkapnya »

Ironi Sebuah Negeri Bahari

Beberapa hari ini di berbagai media massa nasional diberitakan tentang kapa – kapal dan perahu yang tenggelam.Mulai dari musibah di perairan Majene ,Papua,Probolinggo sampai yang terjadi di Bangka-Belitung.Ini sungguh sesuatu yang sangat disayangkan sekali.Bagaimana tidak sebagai negara bahari seharusnya Indonesia memiliki armada laut yang kuat,baik untuk sarana transportasi,pengangkutan maupun kapal nelayan. Baca entri selengkapnya »

Nikmatilah Kopinya, Bukan Cangkirnya

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka. Baca entri selengkapnya »

Bercermin BHMN, Menolak BHP

Kemarin dapat milis dari teman-teman di UGM,intinya tentang kebobrokan sistem BHP.Untuk isi lengkapnya silahkan baca artikel ini. Baca entri selengkapnya »

Percayalah Kamu Jauh Lebih Beruntung

Hari ini seorang temanku sedang merasa jatuh dan luruh,entah apa yang dia alami,yang jelas bagi siapapun pengkhianatan adalah salah satu hal yang bisa membuat manusia merasa dirinya adalah orang yang paling malang dunia. Baca entri selengkapnya »

5 syarat untuk taubat

Setiap manusia tentunya pernah berbuat kesalahan dan tidak lepas darinya. Entah itu kepada orang tuanya, sahabatnya, tetangganya, dosennya, gurunya ataupun orang-orang yang lainnya. Bentuk kesalahan merekapun bermacam-macam entah itu menggunjingnya, menyontek, durhaka, mencela, memukulnya, mencubitnya, mencuri sampai menjatuhkan harga dirinya. Di saat manusia berbuat kesalahan, mereka ada yang menyesal kemudian langsung bertaubat kepada Alloh, ada juga yang mereka tidak menyesal sehingga terhalang untuk bertaubat kepada Alloh kemudian mereka terus-menerus berbuat kesalahan dan bertumpuklah dosanya. Sebaik-baik manusia adalah yang segera bertaubat ketika melakukan kesalahan bahkan Rosululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam bertaubat kepada Alloh seratus kali dalam sehari. Anda bisa bayangkan !! Seorang Nabi yang telah di janjikan Alloh untuk terjaga dari dosa-dosa baik dosa masa lalu ataupun dosa masa datang masih senantiasa bertaubat kepada Alloh sebanyak seratus kali sehari?? Subhanalloh. Kemudian bagaimana dengan kita ?? Semoga kita termasuk golongan orang yang senantiasa bertaubat kepadaNya.

Dalam permasalahan taubat ini Beliau Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam telah mewasiatkan kepada kita dalam 3 hadist yang menakjubkan:

1. Dari Abu Burdah dari Al Aghor Al Muzani berkata bahwa Rosululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam telah bersabda “Sungguh keburukan itu telah membuat hatiku merasa gundah. Sesungguhnya aku meminta ampun kepada Alloh seratus kali dalam sehari” (HR. Muslim).

2. Dari Abu Hurairoh bahwa Rosululloh Shalallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda “Siapa saja yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat tenggelamnya, niscaya Alloh akan menerima taubatnya” (HR. Muslim).

3. Beliau juga bersabda “Setiap anak adam sering berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang orang yang bertaubat” (Hadist Shahih Riwayat Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah dan ad Darimi).

Para ulama mengatakan bahwa bertaubat dari segala macam dosa hukumnya wajib. Dan sesuatu yang telah dinamakan wajib harus dikerjakan dan tidak boleh di tinggalkan. Sebuah taubat di katakan sah jika memiliki 5 syarat. Sama halnya ketika anda berusaha masuk di kampus ini, andapun harus mempunyai beberapa syarat bahkan banyak syarat agar anda bisa di katakan di terima untuk menuntut ilmu di kampus ini. Begitu juga dengan taubat, taubatpun memilikinya. Diantaranya:

1. Ikhlas karena Alloh

Anda bertaubat tentunya harus mempunyai tujuan yang agung yaitu agar Alloh memaafkan dosa-dosa anda baik yang kecil maupun yang besar, baik yang di sengaja ataupun yang tidak disengaja. Kemudian agar Alloh mengganjar anda dengan pahala yang banyak dengan perbuatan taubat anda. Intinya, anda bertaubat atas dasar untuk mencari keridhoan Alloh.

2. Menyesali perbuatan

Perasaan menyesal anda karena sesuatu menunjukkan bahwa anda benar-benar ingin meninggalkan sesuatu tsb. Semisal anda mengatakan “Saya menyesal sekali berbuat demikian karena akibatnya justru menyedihkan demikian dan demikian” atau “saya menyesal sekali pinjam CD di rental fulan, ternyata banyak CD yang rusak sehingga saya di rugikan. Saya kapok” atau “Saya menyesal menyontek kemaren yang ternyata justru malah membuat saya semakin bodoh” atau kalimat-kalimat penyesalan lainnya yang bisa mengantarkan seseorang untuk meninggalkan perbuatan yang telah di sesalinya. Intinya penyesalan bisa mengantarkan anda kepada taubat sedangkan tanpa merasa menyesal anda akan kesulitan untuk bertaubat.

3. Melepaskan diri dari perbuatan tsb

Syarat ketiga ini merupakan inti dari taubat maksudnya anda benar-benar melepaskan diri dari perbuatan buruk tsb karena seseorang tidak dikatakan bertaubat jika dia masih melakukan perbuatan yang telah dia taubati. Ini sungguh tidak masuk akal. Contohnya, anda mengatakan kepada teman anda “saya tidak akan mengganggumu lagi” tetapi ternyata dalam hati, anda masih mempunyai niatan untuk mengganggunya lagi. Maka apa yang anda lakukan ini adalah ejekan atau permainan kepada teman anda, dll. Kemudian dalam point ketiga ini ada rinciannya:

a. Jika dosa itu berupa meninggalkan kewajiban. Maka untuk terhindar dari dosa tsb anda harus melaksanakan kewajiban tsb.

Contohnya, anda sering meninggalkan sholat kemudian anda bertaubat. Maka yang harus anda lakukan adalah anda tidak lagi meninggalkan sholat, anda sering marah-marah dengan orang tua anda atau bisa di katakan anda kurang berbakti kepada mereka. Maka yang harus anda lakukan adalah anda segera berbakti kepada mereka, dll.

b. Jika dosa itu berupa perbuatan tipu daya atau kebohongan. Maka untuk terhindar darinya anda harus meninggalkan perbuatan tsb.

Contohnya, anda mempunyai kebiasaan menyontek ketika ujian dan kita sepakat ini adalah perbuatan buruk dan dosa. Maka untuk lepas dari dosa menyontek anda harus segera meninggalkannya. Kemudian contoh lain, anda mendapati bahwa teman anda telah mendapatkan uang dari jalan yang haram yaitu dia mencuri barang berharga dari teman anda yang juga sekelas. Lalu teman anda yang mencuri ini ingin bertaubat. Maka anda bisa menasehatkan kepadanya untuk mengembalikan harta yang di curinya, meminta maaf dan segera meninggalkan perbuatan mencuri tsb, dll.

4. Anda bertekad untuk tidak mengulanginya lagi di masa datang

Jika suatu saat anda berniat ingin mengulanginya lagi bila ada kesempatan, maka taubat anda tidak di terima atau bisa di katakan anda hanya main-main dengan taubat anda. Contohnya, suatu hari anda bertaubat dari menyontek kemudian anda mempunyai niatan lagi untuk melakukannya di masa mendatang. Maka taubat anda tidak di terima karena anda tidak bersungguh-sungguh dalam melakukannya bahkan anda ingin melakukannya lagi. Taubat jenis ini adalah taubatnya orang yang lemah. Maksudnya orang yang lemah imannya. Semoga kami dan anda terhindar darinya. Dalam point ini intinya adalah tiada niatan untuk bermaksiat kembali.

5. Anda bertaubat di saat di terimanya waktu-waktu taubat. Maksudnya???…

Jadi waktu taubat itu terbagi menjadi 2 dan perinciannya :

a. Taubat harus di lakukan sebelum ajal tiba atau sebelum nyawa anda berada di kerongkongan.

Jika seseorang bertaubat di saat ajal tiba maka taubatnya tidak ada gunanya dan tidak ada manfaat baginya. Taubat ini di lakukan karena terpaksa sehingga tidak mendatangkan kemanfaatan dan tidak terima. Silahkan baca dalilnya dalam surat An Nisa’ ayat 18 dan surat Ghaafir ayat 84 dan 85.

Contohnya, ada seseorang gemar menyontek bahkan di semua ujian dia melakukannya. kemudian suatu saat dia menderita penyakit yang sangat parah sehingga mengharuskannya untuk di rawat di Rumah Sakit. Lantas dia sekarat dan hendak bertaubat dari menyontek kemudian dia mengatakan “Saya bertaubat dari menyontek sekarang”. Berdasarkan Surat An Nisa’ ayat 18 maka taubatnya tidak di terima dan dia meninggal dalam keadaan membawa dosa menyontek. Dan di hari kiamat kelak hanya ada 2 pilihan baginya : Alloh akan mengampuni dosa menyonteknya atau Alloh akan menyiksanya di neraka karena dosa menyonteknya. Semoga kami dan anda terhindar darinya.

b. Saat-saat taubat secara umum

Maksudnya, sebelum matahari terbit dari barat dan jika anda bertaubat. Maka taubat anda di terima (Insya Alloh) asalkan anda memenuhi syarat yang 4 lainnya. Contohnya, hari inipun anda bisa segera taubat dari dosa-dosa anda karena hari ini (Alhamdulillaah) matahari belum terbit dari barat atau jika hari esok matahari masih terbit dari timur itu artinya pintu taubat masih terbuka lebar bagi anda. Maka segeralah bertaubat. Bahkan jika anda menginginkan, anda bisa sholat sunnah dengan niatan sholat sunnah taubat. Dalilnya adalah hadist shohih riwayat Tirmidzi dan dalam hadist tsb terdapat surat al Imron ayat 135. Silahkan di baca !

Yaa Alloh mudahkanlah jalan kami untuk senantiasa bertaubat kepadaMu

Alhamdulillaah…

sumber : http://els.fk.umy.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=3123